oleh

Sejenis Cerita Perjalanan Singkat Cahaya Aksara

Oleh: Munawir Syahidi

Cahaya Aksara adalah lembaga yang memiliki visi pengembangan SDM Unggul dengan pendidikan berbasis vokasi dan literasi. Berdiri sejak 2014 ini mengalami pasang surut kegiatan. Bahkan sempat berganti nama pada tahun 2020 yang lalu. Dari TBM Saung Huma menjadi Cahaya Aksara.

Pergantian itu bukan tanpa sebab, ada hal-hal besar yang ingin diraih dan diwujudkan, sesuai visi lembaga yang dirumuskan.

Sejak pindah dari Cimanggu ke Curug Luhur kami menempati sebuah area yang berjarak sekitar 600 M dari jalan raya, memasuki perkampungan yang masih jarang pemukiman. Di sebuah tempat yang kemudian dibangun aktivitas belajar. Membangun kegiatan pembelajaran belum membangun sarananya. Yang akhirnya setelah kegiatannya berjalan maka selanjutnya sarana dan prasarana pendukung akan banyak yang mendukung. Seperti penggalan dalam lagu kebangsaan Indoensia Raya “Bangunlah Jiwanya, bangunlah raganya”

Masa awal, saya menempatkan buku didalam rumah, anak-anak belajar dan membaca kadang di teras rumah, atau ada ikon yang yang memberi semangat tersendiri bagi kami. Batang Melinjo, kai lebih senang menyebutnya Tangkal Tangkil. Sebuah amben kecil tempat anak-anak membaca, belajar dan berdiskusi, yang tentu saja hanya bisa digunakan ketika hujan tidak turun. Bertahun-tahun, proses itu kami nikmati. Oh iya, buku-buku, bagi kami sebuah buku harus mampu menjadi berbagai kegiatan yang edukatif, sehingga ketika anda ingin membangun TBM maka mualailah dari mengumpulkan niat, kemudan buka hati anda sebesar besarnya, lalu bukalah buku, sampaikan isinya kepada masyarakat atau anak-anak, konsistenlah, maka buku-buku akan berdatangan. Memang sih, saya dan istri pernah meminjam uang kepada seorang kawan untuk membeli buku cuci gudang di Yogyakarta. Upaya agar bahan bacaan di TBM menjadi sedikit bertambah.

Setelahnya, dengan bantuan berbagai pihak kami dapat membangun sebuah rumah pohon, yang kemudian digunakan dan tetap menjadi ikon kegiatan kami.

Seiring berjalannya waktu, kolaborasi terus kami lakukan atas dorongan dari FTBM Banten kami diamanahi Kompas dan Gramedia untuk menjadi tempat launcing program buku bergerak untuk nusantara.

Dengan hanya punya fasilitas sebuah saung. Waktu bergulir kami membuka donasi membangun sebuah gedung permanen untuk anak-anak belajar, yang akhirnya dengan bantuan semua pihak gedung itu juga dapat selesai dan dipakai kegiatan.

Kolaborasi menjadi penting, kami bersyukur Cahaya Aksara telah mampu berkolaborasi dengan KPK melalui program Taman Literasi Integritas. Bahkan tahun 2021 ini kami berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa dalam mprogram YES yang target utamanya adalah yatim yang berada di sekitar TBM Cahaya Aksara, anak-anak yang didorong untuk membaca buku

Keinginan kami untuk membuat tempat, sejenis aula, yang kami berinama Ruang Riung Cahaya Aksara dapat juga diwujudkan dengan bantuan dari masyarakat yang tiada terhingga, yang kami sendiri tidak akan mampu membalasnya.

Tahun ini kerja-kerja kami diberikan apresiasi oleh kemdikbud dengan dijadikannya Cahaya Aksara sebagai pengelola Kampung Literasi Pandeglang Selatan.

Kampung Literasi Pandeglang Selatan.

Kegiatan yang kami laksanakan di Kampung Literasi Pandeglang Selatan adalah program penguatan yang sebenarnya sering kami laksanakan.

Diawali dengan membuka pojok baca dibeberapa kecamatan di Pandeglang Selatan, diantaranya di Ponpes Baitul Azhar Cicadas, Radio Ujung Kulon FM dan Mesjid Al-Ishlah Sukajadi Cibaliung.

Dari setiap pojok baca kami melaksanakan sejenis diskusi pengembangan literasi yang sebenarnya program ini adalah program BA-CA (Berbagi Cahaya) Program yang biasanya kami laksanakan.

Dala kegiatan ini kai juga melaksanakan Workhsop Literasi baca tulis, literasi finansial dan literasi digital. Juga diadakan talkshow esensi kampung literasi.

Setelahnya, kami akan terus berupaya melakukan kerja-kerja literasi yang nantinya akan lebih berdampak bagi kemajuan masyarakat secara umum. Walaupun kami meyakini hasil atau imbas dari yang kami lakukan tentu tidak akan langsung terasa, karena yang kami bangun adalah jiwa manusia, bukan gedung.

Dalam sektor pendidikan selain TBM (Taman Bacaan Masyarakat) Kami juga telah membuka Taman-Kanak-Kanak dan PKBM di arena Cahaya Aksara.

Harapannya kedepan, kami ingin melakukan penguatan kelembagaan, memasuki sektor pengembangan SDM yang lain, yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Mengapa literasi? Literasi adalah teman dekat pendidikan, membaca adalah tempat segala bermula, jika masyarakat sudah literat maka pendidikan dengan sendirinya akan meningkat, begitu juga kesehatan dan ekonomi akan juga mengalami perubahan kearah yang lebih baik.

Sampai pada tahapan ini, saya berterimakasih sekali kepada keluarga besar saya di Cimanggu dan Labuan yang terus memberikan dukungan dan dorongan positif, kepada istri dan anak-anak saya tercinta, kepada para relawan, lintas generasi, yang telah merelakan segala daya upaya untuk membangun Cahaya Aksara, agar mampu meyinari, mampu memberi arti.

*Munawir Syahidi CEO Cahaya Aksara

News Feed