Cerita Masalalu dan Sedikit Logika Larangan LGBT

Cerita Masalalu dan Sedikit Logika Larangan LGBT

Oleh: Munawir Syahidi*

LGBT(Lesbian, Gay Biseksual dan Transgender) yang akhir-akhir ini menjadi ramai menjadi pemberitaan di dunia, bahkan di Indonesia sendiri pemberitaan ini menjadi ramai. Ini bermula dari persidangan di MK beberapa pekan lalu.

Dibeberapa negara pengesahan pasangan LGBT masih bersumber pada pertimbangan HAM (Hak Asasi Manusia). Tapi benarkah karena HAM semua menjadi benar? tentu saja tidak, misalnya dalam beberapa tulisan  yang saya baca serupa kesaksian para pelaku Gay mereka ada yang menyadari jika yang mereka lakukan itu adalah kesalahan, tetapi kekuatan jiwa untuk melakukan hal terlarang itu terus saja memaksa, dan kata mereka yang beragama Islam pantaskah mereka mempersalahkan Allah yang telah memberikan perasaan itu kepada mereka? tentu saja jawabannya tidak karena siapapun dengan kecenderungan sexs apapun ketika mereka memilih Islam sebagai jalan hidup maka harus menjauhi larangan agama Islam, dan LGBT dalam Islam jelas dilarang. Karena tidak ada pengecualian untuk perbuatan yang jelas tamsilnya dari kisah nabi Luth AS baik melalui Al-quran ataupun dari Al-kitab untuk yang kristiani.

Artinya ketika kecenderungan LGBT itu ada pada manusia maka kecenderungan itu tidak boleh dibiarkan terus ada sebagai sesuatu yang mengalahkan fitrah manusia pada umumnya, yaitu fitrah untuk menyukai lawan jenis.

Sebagai contoh, ketika seorang muslim mendapatkan kewajiban untuk melaksanakan salat lima waktu, tetapi kecenderungan dalam dirinya tidak mau melaksanakan salat dan itu dianggap sebagai sesuatu yang harus dihargai atas dasar kebebasan, syah saja tetapi dia tidak boleh mengaku islam, karena setiap muslim harus menjalankan perintah agamanya, dan menjauhi laranganNya.  Termasuk kecenderungan LGBT, dia harus melakukan kecenderungan jiwanya tersebut. Menedekatkan diri pada Allah dan terus mengikis kecenderungan LGBT itu.

Dalam agama Kristen yang saya baca dari berbagai sumber juga jelas melarang prilaku LGBT tersebut. Lantas apa yang mendasari warga di Indonesia menginginkan pengakuan LGBT, jika kecenderungan  LGBT dilakukan oleh pemeluk agama yang lain seperti Hindu dan Budha yang sama melarang LGBT.

Di bawah ini penjelasan dari agama Islam dan Kristen.

LGBT ini sebuah kisah yang bermula dari Nabi Luth AS, nabi yang diperintahkan Allah untuk berdakwah di sebuah tempat yang bernama Sodom, di daerah ini Nabi Luth yang masih satu keturunan dengan nabi Ibrahim AS ini diperintahkan oleh Allah untuk menyeru kaum yang rusak akhlaknya, yaitu mereka melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT yaitu Homo dan Lesbian. Maka setelah diseru berkali-kali kaum Sodom tetap melakukannya bahkan istri Nabi Luth AS adalah seorang pembangkang yang kemudian Allah turunkan Azab kepada kaum Sodom itu.

Dalam Qs.Hud Ayat 77-83 Yang berbicara tentang kaum Nabi Luth AS yang kaum laki-lakinyabtidak tertarik pada perempuan, dan telah diseru oleh Luth AS bahwa perbuatan mereka adalah perbuatan yang zalim, dan kemudian pada ayat ke 82 pada surat Hud Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا جَآءَ اَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ ۙ    مَّنْضُوْدٍ
“Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkir-balikkan negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar,”
(QS. Hud 11: Ayat 82)

Sodomi yang merupakan awal kata dari Sodom, artinya hubungan sesama jenis, ini cerita dari Al-kitab yang ketika itu disebut Lot (Nabi Luth dalam Islam) hanya empat orang yang benar di kota Sodom itu. Bahkan ketika (Tuhan) mengirim dua malaikat ke rumah Lot para lelaki berteriak-teriak agar dua lelaki (malaikat) itu untuk keluar dan mereka pakai. Itu adalah kisah dari Al-Kitab Kejadian (4:1) dan kemudian para malaikat melarikan Lot ke Surga dan kemudian Tuhan memusnahkan kota Sodom dan Gomora dengan hujan belerang dan api (Kejadian 19:1-28)

Maka atas dasar apaun prilaku LGBT tidaklah sesuai dengan zaman apapun, karena telah jelas kisah yang pernah terjadi kepada Nabi Luth AS, dan jika dipenghujung zaman ini terjadi maka yakin sekali azab Allah tidak ada pengecualian pula, dan berlaku disemua jaman.

Jika semua agama mayoritas di Indonesia tidak menginginkan LGBT, maka tidak ada alasan untuk menerima LGBT, karena negara ini bersasarkan pada Ketuhana Yang Maha Esa, tidak tempat untuk yang atheis.

Jika ada kecenderungan LGBT maka mari kita coba dekati dan bimbing mereka, mari berikan pemahaman tentang kesalahan jalan yang mereka ambil, kembali menyeru serupa Luth AS. Sebelum adzab benar-benar kembali terulang.

*Munawir Syahidi masyarakat biasa yang suka nonton berita