Curug Luhur, di Kampung Curug Luhur

Curug Luhur, di Kampung Curug Luhur

Saya Munawir Syahidi, bersama istri saya Ecih Arnasih kebetulan punya tempat berteduh di Kp.Cikondang, tapi belum layak disebut kampung karena masih sedikit rumah yanh berdiri. Akhirnya kami sering menulis alamat Kp.Curugluhur. Curug dalam bahasa Indonesia berarti “Air terjun” lalu dimanakan air terjun tersebut?

TBM Saung Huma tempat anak-anak bermain dan belajar melekat namanya menjadi TBM yang beralamat di Curug Luhur.

Baru beberapa tahun kami mendiami alamat ini, melakukan kegiatan literasi di TBM Saung Huma, dan mulai bersosialisasi dengan masyarakat. Karena memang kami pendatang.

Untuk mencapai kampung kami, yang berbatasan dengan kecamatan Cibaliung sebenarnya gampang untuk ditempuh, bisa menggunakan jalur perbatasan Cibaliung Cigeulis patokannya tugu perbatasan Cibaliung-Cigeulis.

Kalau dari arah Pandeglang menuju Cibaliung maka jalan masuknya ke sebelah kiri. Dari jalan raya ada sekitar satu kilo meter.

Melewati kebun jati putih seperti tidak ada perkampungan padahal setelah kebun jati itu adalah perkampungan. Nah, kampung pertama itu yang kemudian disebut dengan Kp.Cikondang, Dimana TBM Saung Huma berdiri. Diantar beberapa rumah.

Kalau anda ingin mencapai curug luhur maka harus ke Kampung Curug Luhur, masuk ke sebelah kiri dengan melewati jalan yang belum tertata, baru dibuka, dengan jalan cenderung menurun. Itulah Curug Luhur.

Curug yang menurut masyarakat sepuh, dulunya Curug itu tinggi “luhur” sekali sampai ada peristiwa alam sehingga batuannya jatuh ke bawah dan sekarang curug itu sekitar tinggi 6 meteran.

Air yang jatuh dari ketinggian dengan suasana rimbun dari kiri kanan sungai.

Di bawah curug, ada dua lobang serupa kobakan yang bisa kita masuki, setinggi dada orang dewasa.

 

Pertamakali saya berkunjung di ajak oleh para pemuda yang bersemangat memperbaiki akses ke Curug Luhur tersebut.

Pokoknya suasana alami akan membekas didalam pikiran kita, ketika kita merasakan dan mendengarkan suara air yang jatuh dan mengalir.

Semoga nanti akses jalan akan membaik dan kita bisa menikmati sensasi luarbiasa setelah berkunjung. Ayo ke Curug Luhur.

Reporter: Munawir Syahidi (TBM Saung Huma)