Kalau PNS dapat Biaya Pulsa 200.000 Per Bulan, Bagaimana Nasib Honorer?

Kalau PNS dapat Biaya Pulsa 200.000 Per Bulan, Bagaimana Nasib Honorer?

 

Saat ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sedang menetapkan alokasi anggaran pembelian pulsa bagi PNS di seluruh kementerian/lembaga (K/L).

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani memastikan alokasi anggaran pulsa sebesar Rp 200.000 berlaku untuk seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di semua kementerian/lembaga (K/L) atau tidak hanya berlaku bagi PNS di lingkungan Kementerian Keuangan saja.

“Ya untuk semua K/L dengan standar biaya yang ditetapkan Menkeu (Sri Mulyani),” kata Askolani Sabtu (22/8/2020).

Berita ini adalah berita yang nampaknya akan meluaki banyak kalangan yang sama bergerak untuk melayani masyarakat, misalkan guru honorer?

Guru honorer, Tata Usaha Honorer? TKSK, Tenaga Kontrak? Dan semua orang yang sebenarnya penghasilan mereka jauh lebih kecil dari PNS.

Seperti rencana tunjangan Rp.600.000 untuk pekerja yang penghasilannya kurang dari Rp.5.000.000 dan terdaftar di PBJS Ketenaga Kerjaan.

Mengenai pulsa Rp.200.000 untuk PNS itu juga sudah disoroti oleh berbagai kalangan bahwa itu akan menimbulkan kecemburuan sosial.

Bagaimana nasib guru honorer yang mereka juga harus melaksanakan pembelajaran online dari rumah, dengan penghasilan yang pas-pasan.

Sampai kapan pemerintah akan berpihak pada honorer? Disaat covid 19 ini menyerang semua lini kehidupan? Apakah hidup honorer tidak terganggu? Yang padahal sejak lama honorer dengan gaji yang pas-pasan tidak bisa meningkatkan taraf hidupnya.

Akhirnya memang menjadi PNS adalah cita-cita terakhir, karena ada banyak tunjangan yang diterima PNS, setiap tahun pembukaan CPNS ribuan orang menjadi peserta, dan yang menjadi honorer akhirnya harus gigit jari lagi.

Mengapa tenaga honorer disaat seperti ini belum bisa dibela? Padahal sebagian besar dari sekolah menggunakan tenaga honorer, para honorer berjuang untuk ikut serta membangun generasi bangsa dengan cara yang bisa dilakukan.

Memang yang masih melekat bagi guru adalah Pahlawan tanpa tanda jasa. Terus sampaik kapan pahlawan tanpa tanda jasa itu masih melekat? Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya? Lantas mengapa guru honorer nasibnya belum diperhatikan?

Berdoa saja semoga honorer Indonesia tetap diberikan kesehatan dan keberkahan hidup.

 

*Munawir Syahidi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses