oleh

Keutamaan Hujan dalam Islam

-OPINI-54 views

Sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat turunnya hujan, beliau berdoa: ‘Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat (Allahumma shayyiban naafi’an).

Sebagai rahmat

Begitu luar biasanya hujan, bukan hanya membuat beberapa pujangga menulis puisi tentang hujan, beberapa kata romantis tentang hujan, lebih daripada itu hujan yang datang itu memberikan keberkahan tersendiri. Dalam QS.Asy-Syuara Allah berfirman

“Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Mahaterpuji.” (QS Asy-Syuura: 28).

Jadi datangnya hujan adalah rahmat yang ditebarkan Allah.

Keberkahan

Selain itu, hujan sendiri merupakan keberkahan bagi makhluk Allah. Di dalam Alquran surah Qaaf ayat ke-9 disebutkan, bahwa hujan merupakan air yang diturunkan dari langit dan penuh keberkahan.
“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.”

Waktu Mustajab untuk Berdoa

Dalam buku Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa karya Nurhasanah Namin, mengatakan, bahwa hujan memiliki keberkahan dan manfaat di antaranya adalah untuk kelangsungan hidup manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.

Seperti ditegaskan dalam Alquran surah al-Anbiyaa ayat 30, bahwa dari air Allah menjadikan segala sesuatu yang hidup. Imam al-Baghawi menafsirkan dalam ayat tersebut, yakni “Kami menghidupkan segala sesuatu menjadi hidup dengan air yang turun dari langit, yaitu menghidupkan hewan, tanaman, dan pepohonan. Air hujan inilah sebab hidupnya segala sesuatu.” Maka saat hujan juga merupakan salah satu waktu mustajab berdoa.

Kesehatan

Tidak hanya itu, suara air hujan sebagai salah satu dari suara alam diyakini banyak pakar teknologi pikiran dapat mempengaruhi gelombang otak. Irama air hujan diyakini dapat merangsang otak menuju gelombang alfa, seorang motivator spiritual dan penulis buku, Erbe Sentanu, menyebutkan jika gelombang alfa itu akan membawa seseorang pada kondisi rileks, tenang dan khusyuk.
Kondisi ini dikatakan dapat membuat seseorang menyelaraskan apa yang dirasakan, dipikirkan dan dikatakan dalam wujud doanya. Doa yang selaras itulah yang memungkinkan untuk dikabulkan.
Hal ini juga telah dipertegas Rasulullah SAW, bahwa berdoa di waktu turunnya hujan disebut menjadi waktu yang mustajab.

Imam Syafi’i telah meriwayatkan dalam kitab al-Umm dengan sanad yang mursal, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Carilah doa yang dikabulkan, yaitu ketika bertemunya dua pasukan, waktu ikomat serta ketika turunnya hujan.

Imam an-Nawawi juga mengatakan, bahwa doa pada saat hujan tidak ditolak atau jarang ditolak karena pada saat itu tengah turun rahmat, khususnya curahan hujan pertama di awal musim.

Nah jadi daripada bucin dan ngelamun gak karuhan saat hujan, lebih baik berdoa kepada Allah, semoga doa kita dikabulkanNya.

*Munawir Syahidi

Diolah dari berbagai sumber

News Feed