MAFINDO Ajak Peserta Jambore Untuk Berbaik Sangka

MAFINDO Ajak Peserta Jambore Untuk Berbaik Sangka
Sumber Poto Asep Rohendi

Semburat.com,JAKARTA- MAFINDO Ajak Peserta Jambore 2017 Untuk Berpikir Kritis Terhadap Isu yang ada di Indonesia. Husnuzan artinya berbaik sangka, lawan katanya adalah suuzan yang artinya berburuk sangka. Berbaik sangka dan berburuk sangka merupakan bisikan jiwa, yang dapat diwujudkan melalui perilaku yakni ucapan dan perbuatan. Husnuuzan juga dapat diartikan sebagai sikap mental terpuji yang mendorong pemiliknya untuk bersikap, bertutur kata dan berbuat yang baik dan bermanfaat, sehingga dapat dikatakan bahwa husnudzan termasuk kedalam ahlak terpuji. Sedangkat suuzan termasuk akhak tercela karena akan mendatangkan kerugian. Hal ini sanget berkaitan erat dengan tema jambore tahun ini yaitu melawan hoax, meneguhkan kebinekaan. Sebagaimana kita ketahui bahwa hoax saaat ini sangat marak di Indonesia dengan beragam isu politik dan lainya. Kenapa dikaitkan dengan hal tersebut karena ketika kita membaca atau mendengar berita kita tidak bisa suuzan tapi harus ada sedikit rasa husnuzan. Salah satu materi yang harus diteladani dan diperaktikan pada acara jambore pelajar teladan bangsa 2017 adalah husnudzan atau berbaik sangka, pada kesempatan ini Maarif Institute mengundang salah satu komunitas yang ada di daerah Jakarta yaitu komunitas MAFINDO ( Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) untuk memberikan serta mengajak para peserta untuk bersikap husnudzan atau berbaik sangka terhadap orang lain. Tapi pada kesempatan ini MAFINDO lebih menjelaskan isu-isu hoax di Indonesia Hoax atau berita bohong saat ini tengah merabah di sekitar kita melalui berbagai saluran, terutama saluran di media sosial yang memang bisa dikatakan minim saringan. Fenomena hoax yang terjadi sat ini jelas tak sesuai dengan apa yang menjadi suri tauladan dalam ajaran islam. Jangankan menyebarkan berita hoax, islam sangat menegaskan pentingnya manjaga pendengaran dan penglihatan. Apalagi sampai menyebarkan berita yang terindikasi sebagai sebuah fitnah. Seringkali berita hoax yang tersebar berdampak meresahkan masyarakat bahkan berpotensi memecah belah persatuan. Padahal kebinekaan merupakan kekayaan bangsa dan harga mati yang harus dipertahankan demi keutuhan Republik Indonesia. Pada kesempatan ini MAFINDO memberikan materi tentang pendapat rakyat tentang berita hoax. Seluruh peserta jambore terlihat sangat antusias menyimak materi ini karena sangat penting untuk menumbuhkan kebinekaan yang ada pada diri generasi bangsa agar tidak terpecah belah. Sebagaimana di sampaikan oleh Kak Rut sebagai pemateri dari MAFINDO. Manjelaskan bahwa kita dituntut berpikir kritis dan logis. Karena kita lahir dengan beragam budaya, namun sekarang banyak sekali berita-berita yang tidak sesuai atau bohong yang sering kita dengar dengan sebutan hoax. Maka dari itu kita semua dituntut untuk berpikir kritis dan logis agar kita mampu memilih mana berita yang benar dan mana berita yang tidak benar atau hoax. Lilis Listiani salah satu pesrta dari MAN 4 PANDEGLANG BANTEN mengungkapkan hal yang sama bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan menjadikan peserta jamboree 2017 mampu memilih berita yang benar atau salah dan menuntut kita berpikir kritis serta mempu menerapkanya di sekitar lingkungan kita.

(Asep Rohendi)