Memeluk Islam Setelah Mendalami Naskah Drama

Memeluk Islam Setelah Mendalami Naskah Drama

Selama di Amerika untuk menenteramkan kegelisahan itu dia mempelajari agama Budha dan agama-agama Asia yang banyak dipelajari anak-anak muda Amerika… seperti agama Krisyna dan semacamnya. Tapi belakangan minatnya tertarik kepada Islam, Ajip Rosidi.

KOOR
Allah

YANG MENGAJI
Innama Amruhu idzaa araada syai-an an-yaquulalahuu kun fayakun

KOOR
Allah

YANG MENGAJI
Fasub-haanal-ladzii biyadihii malkuutu kulli syai-in wa-ilaihi turja’uun.

KOOR
Shadaqallahul ‘adzhiim

SOLO WANITA
Ya Rabbi Shalli ‘alaa Muhammad
Ya Rabbi Shalli ‘alaihi wasallim
Ya Rabbi Warhamna Jamii’an
Ya Rabbi Warham Waalidina

Di atas adalah penggalan naskah Qasidah Barzanji yang pernah dipentaskan bengkel teater WS.Rendra, menurut beberapa penuturan pementasan inilah yang membuat Rendra memeluk agama Islam setelah awalnya Rendra beragama Katolik. Melalui kumpulan puisi “Balada orang-orang tercinta” (1957) Rendra menulis puisi berdasarkan keyakinannya pada agama Katolik.
Laki-laki yang sering di sebut dengan panggilan Si Burung Merak ini lahir di Solo 7 November 1935. Yang menjalani pemikiran panjang tentang beragama, sampai akhirnya dia menceritakan kepada Ajip Rosidi.

“Selama di Amerika untuk menenteramkan kegelisahan itu dia mempelajari agama Budha dan agama-agama Asia yang banyak dipelajari anak-anak muda Amerika… seperti agama Krisyna dan semacamnya. Tapi belakangan minatnya tertarik kepada Islam,” kata Ajip dalam otobiografinya, Hidup Tanpa Ijazah.
Suatu ketika Syu’bah serang mahasiswa UIN Sunan Kali Jaga yang aktif sebagai anggota Bengkel Teater memperkenalkan sebuah naskah Barjanzi yang diterjemahkannya kepada Rendra. Barjanzi merupakan karya sastra berisi pujian, sanjungan dan doa yang ditujukan kepada Nabi Muhammad Saw. yang ditulis oleh Sayid Ja’far al-Barzanji.

Rendra begitu tertarik dengan naskah tersebut, naskah yang kemudian dipentaskan diberbagai kota itu mendapat sambutan yang sangat luarbiasa.
Dari perjalanan itulah kemudian Rendra semakin tertarik dengan agama Islam, selanjutnya kemantapannya itu Secara resmi Rendra mengucapkan sahadat di depan KH Ghafar Ismail, Taufik Ismail, dan Ajip Rosidi, di rumah Taufiq di lingkungan Taman Ismail Marzuki Jakarta. Setelah itu, Taufiq membuat pernyataan tertulis yang dia tandatangani bersama Ajip. Ghafar, kakak Taufiq, mengajari Rendra salat. Setelah menjadi Muslim, nama awal (WS) berubah dari Willibrordus Surendra Broto Rendra menjadi Wahyu Sulaiman Rendra.

Walaupun kemudian orang mulai meragukan keislaman Rendra ketika dia menikahi Sitoresmi sebagai istri kedua, bahkan Niels Mulder dalam tulisannya “Di Jawa Petualangan seorang Antropolog” menuliskan tudingan kepada Rendra yang masuk Islam karena ingin beristri dua.
Namun Ajip Rosidi membantah itu, menurut Ajip Rosidi tudingan itu tidak benar karena Ajip menyaksikan kesungguhan Rendra dalam menjalankan syariat Islam, walaupun Rendra belum dapat berhenti meminum minuman keras, pada cerita berikutnya bagaimana kemudian Rendra menjalankan Ibadah haji ke Mekah yang menurut penuturan dari berbagai sumber dari peristiwa itulah Rendra berhenti meminum minuman keras, bir.

Tinggalah istri pertama dan kedua Rendra Sunarti dan Sitoresmi dan beritanya tiada berkesudahan di media masa. Sampai akhirnya Rendra ingin menambah istri menjadi tiga, dua istrinya memberontak dan jadilah Rendra bercerai dengan kedua istrinya tersebut.
Si Burung Merak kemudian menikahi Ken Zuraida. Rendra meninggal 06 Agustus 2009.

Sebuah naskah drama, mengantarkan Rendra pada Islam, naskah yang berisi ayat-ayat surat Yasin dan sanjungan kepada Nabi Muhammad itu mungkin boleh anda abaca sambil menikmati hari. Atau berniat mementaskannya?.

Munawir Syahidi, dari berbagai sumber