Menanam Integritas di Ujung Kulon

Menanam Integritas di Ujung Kulon
Poto bersama setelah kegiatan

Ujung Kulon (02/01/18)

Mendengar kata Ujung Kulon fikiran kita akan terarah langsung ke badak cula satu, badak jawa yang keberadaannya saat inu hanya ada di Taman Nasional Ujung Kulon Pandeglang Banten. Di taman nasional ini bukan hanya ada badak jawa tetapi banyak spesies langka yang lain, walaupun keberadaan badak jawa diperkirakan kurang lebih lima puluh ekor saja.

Taman Nasional Ujung Kulon berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk yang kemudian disebut dengan daerah penyangga. Di ujung barat Pulau Jawa, Taman Jaya Kecamatan Sumur, di sinilah keberadaan TBM Rumah Tukik Ujung Kulon, Taman Bacaan Masyarakat yang sudah lama berdiri dengan berbagai kegiatannya, mulai dari kegiatan yang sipatnya litetasi sampai pada pengembangan masyarakat melalui kerajinan batok sampai sablon.

Untuk mencapai TBM Rumah Tukik dari pusat kecamatan Sumur membutuhkan waktu sekitar 2 Jam perjalanan, bukan jaraknya yang jauh tetapi kondisi jalan yang sangat memprihatinkan. Jalan yang nyaris sudah tidak beraspal di beberapa bagian dan dibetonisasi dengan jarak yang tidak terlalu panjang. Pembangunan jalan yang selalu menjadi persoalan itu, karena menurut pemkab Pandeglang karena jalan itu tidak berstatus, artiny jalan ke Taman Jaya tidak ada yang punya kewajiban membangun, walaupun beberapa kilometer betonisasi dibangun oleh pemkab Pandeglang.

Saya membawa motor tua yang sudah mati semua sockbrakernya itu membuat pegal-pegal badan. Sepanjang jalan sebelah kiri adalah hutan taman nasional yang hijau dan sebelah kanan adalah laut yang biru. Pemandangan yang sangat indah, kadang-kadang kita melihat hamparan sawah yang hijau dengan saung-saung kecil milik petani.

Tanggal 01 Januari 2018, persis menjelang dzuhur saya dan rombongan dari TBM Saung Huma dan Paksi MAN 4 Pandeglang tiba di TBM Rumah Tukik dan langsung disambut oleh Kang Abled dan anak-anak TBM Rumah Tukik.

Sore itu dengan pemandangan laut yang biru, kami di TBM Rumah Tukik memulai acara perkenalan sampai menjelang magrib.

Acara yang digagas dengan nama Tukik Menukik ini membahas beberapa materi, diantaranya Literasi anti korupsi dan Literasai Organisasi.

Saya yang memiliki tugas moral menyampaikan pesan yang didapat dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menanam nilai anti korupsi.

Malam itu purnama nampak menghiasi langit menambah indah deburan ombak yang biru. Acara yang dimulai pukul delapan malam itu dihadiri oleh anak-anak Paksi, Kelurga Mahasiswa Cibaliung, Dan keluarga besar rumah tukik. Acara dibuka oleh Siti Atiah sebagai pembawa acara. Sambutan dari TBM Rumah Tukik okeh Abdurahman Abled, Kemudian sambutan dilanjutkan oleh Pak Yaya Zakaria sebagai pegiat pendidikan di Ujung Kulon.

Materi inti yang dibembankan kepada saya dimulai dengan pembahasan tentang Literasi yang dilanjutkan dengan pemahaman anti korupsi melalui penyampaian nilai-nilai integritas, selanjutnya dilanjutkan dengan pentingnya mengorganisir kegiatan literasi di berbagai komunitas. Acara yang selesai samapai setengah sebelas itu dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi sampai jam sebelas malam.

Tidur ditemani deburan ombak dan cahaya rembulan menyinari laut yang biru, tugas menanam integritas baru saja dimulai tinggal merawat dan menjaganya agar tetap tumbuh dan berbuah prilaku berintegritas pada generasi muda penerus bangsa. Mengikis habis prilaku korup pada generasi muda sebagai investasi masadepan untuk bangsa Indonesia tercinta.

Munawir Syahidi