Mendidik dengan Memasuki Dunia Anak-anak

Mendidik dengan Memasuki Dunia Anak-anak

Suatu sore, saya yang baru pulang beraktivitas melihat kertas yang penuh dengan warna merah dan warna hijau, saya mencium wangi makanan dan beberapa ekor semut juga mencium wangi itu. Itu adalah hasil belajar anak saya di Paud Alam Cahaya Aksara.

Dia yang masih berusia tiga tahun setengah itu masuk usia Kober atau KB (Kelompok Bermain) Ibu guru magang Endoh namanya jurusan PG Paud Unitirta Banten selama libur semester ini mengabdikan dirinya untuk mengajar, menemani Siti Fitri Mardiah yang mendidik anak-anak usia Taman Kanak-kanak.

Saya tadinya tidak terlalu peduli, tapi akhirnya saya mengerti hasil kerja anak saya itu sangat dia sayangi, suatu ketika tertiup angin anak saya sampai menangis dan merengek.

Anak-anak ternyata harus diapresiasi, dia juga memahami sesuatu yang menjadi cipataannya, dia memahami proses.

Ada hal baru, setiap sore kami selalu bertanya apa yang dipelajarinya di sekolah, dia akan bercerita, dia akan bertanya tentang lagu yang dia hafal sepotong. Bahagia sekali.

Ada gambar dengan menggunakan kertas origami yang dipola menjadi gambar petani yang menggunakan topi. Belajar berimajinasi, brlajar warna dan belajar menyayangi yang menjadi hasil prosesnya tentu menjadi penting untuk tumbuh kembang anak.

Anak bisa saja belajar sendiri dirumah, tapi bukankah bersosial dan belajar saling memahami di antara anak-anak juga adalah hal penting untuk kecerdasan emosionalnya.

Respon setiap yang diucapkan anak sehingga anak merasa dihargai. Anak-anak tidak bisa memasuki dunia kita yang dewasa, maka yang dewasa harus memasuki dunia anak-anak.

 

Munawir Syahidi, Pengelola TBM Saung Huma