Saya, dan Rapat Koordinasi FTBM Banten

Saya, dan Rapat Koordinasi FTBM Banten

Siang itu tanggal 05 Oktober 2019 saya yang bertempat tinggal di Waringinjaya Kecamatan Cigeulis berangkat jam sembilan pagi. Dengan motor tua rakitan tahun 2002. Motor merk Legenda 2. Ditemani istri dan anak saya berangkat menuju lokasi acara yang digagas FTBM Banten. Saya yang kebetulan diamanahi sebagai pengurus FTBM Banten harus mempersiapkan acara yang diberi judul rapat koordinasi FTBM Se-Banten itu, melakukan apa yang dapat dilakukan, termasuk mencetak spanduk kegiatan. Kejar waktu, motor tua itu terengah-engah, kami harus ke Kecamatan menes terlebih dahulu untuk mengambil spanduk dan pupang lewat jalur Jiput arah Carita. Sudah sangat sing jam dua belas siang saya sampai dirumah kelahiran Istri saya. Lelah sekali, tidak terasa ketiduran sampai jam satu siang. Saya tidak tega mengajak istri saya untuk turut serta, dia kelelahan, sedangkang dia sedang mengandung anak saya yang kedua. Berangkatlah saya sendiri menuju Rumah Tukik Anyer. Menyusuri jalanan pinggir pantai, jlannya sudah bagus, panas matahari siang benar-benar terasa membakar kepala, hanya beberapa meter saja berselang, ada bagian-bagian yang terasa teduh karena adanya pohonan yang tumbuh dipinggir jalan mengjalangi cahaya matahari yang menyengat.

Saya pernah ke Rumah Tukik sebelumnya, tapi lupa, sempat berhenti tetapi tidak yakin, akhirnya melanjutkan perjalanan benar saja ternyata terlewat. Melihat alamat tujuan, dan meluncur memutar arah, benar saja tempat pertama saya berhenti disitulah Rumah Tukik. Dulu ada gapira dengan nama Rumah Tukik, sekarang sudah tidak ada sebelah kanannya koprasi dan masuk kedalam ada lapangan futsal, lebih kedalam lagi ada sebuab pendopo besar terbuat dari kayu dengan atap rumbia, disitulah acara FTBM Banten.

Teman-teman Tanggerang sudah datang, mengobrol sebentar, menikmati suasana asri di TBM Rumah Tukik Anyer. Bercengkrma dengan pengelola TBM Rumah Tukik Kang Dian yang sudah bersedia direpotkan. Hari semakin sore, sesi pertama adalag sesi perkenalan, bergantian memperkenalkan diri, sampai adzan magrib berkumandang, daftar hadir sudah tercatat sekitar 30 orang. Salat berjamaah, dan teman-teman yang lain mulai berdatangan, ada teman-teman Moli yang datang dengan teman-teman Rumah Dunia langsung disambut makan malam yang sudah disiapkan tuan rumah. Dengan alas daun pisang, perut yang lapar terasa nikmat sekali. setelahnya salat Isa berjamaah.

Acara dilanjutkan dengan acara hiburan, pembacaan puisi dan penampilan akustik turut memeriahkan acara malam itu. Pembacaan puisi dari Presiden Rumah Dunia Kang Salam, saya Munawir Syahidi dari TBM Saung Huma, Fahman Falahi dari Motor Literasi, Ketua TBM Cahaya Ipkal, Mbak Nonci FTBM Kota Serang dan Penampilan musik dari Kang Daru CS. Anggaplah sebagai pembuka kehangatan.

Diskusi mengenai penguatan FTBM di Banten langsung dikendalikan oleh ketua FTBM Banten Andri Gunawan dengan seluruh jajaran yang hadir,, ada tiga hal penting, pertama adalah tentang share kegiatan melalui media sosial dan website, kedua tentang pendataan TBM dan mendaftarkannya di website donasi buku, dan yang ketiga adalah pembenahan kelembagaan di delapan kabupaten kota.

Acara yang juga diisi dengan pelantikan FTBM Kabupaten Serang ini dihadiri juga oleh ketua FTBM Indonesia Dr.Firman Hadiyansyah dan dari DPK Banten diwakili Kang Eping, panggilan akrabnya. Mereka berdua juga yang akan mengisi diskusi terkait sinegisitas TBM dan lembaga mitra, ternasuk Dinas Perpustakaan dan Kersipan. Dalam diskusi itu, ketua FTBM Indonesia menekankan agar TBM tidak kaku dalam mengelola kegiatan, semua yang tujuannya untuk memajukan litetasi adalh lembaga mitra, beliau menambahkan gerakan litetasi adalah gerakan kalaborasi.

Kang Epyng menjelaskan jika DPK Banten bisa bekerjasama denga FTBM dalam kaitannya dengan program silang layan dan kegiatan yang sifatnya teragendakan dan dapat melibatkan seluruh penggiat literasi. Kag Epyng menjelaskan hal senada, pada hakikatnya kalaborasi dalam membangun budaya membaca harus didorong oleh semua pihak, masyarakat dan pemangku kebijakan harus terus bersinergi untuk membangun Banten.

Acara itu sampai tembus jam setengah dua belas malam, diskusi kecil kembali dilanjutkan dan sebagian sudah tertidur, tadi pagi (06 Oktober 2019) acara diskusi kecil kembali digelar mengenai strategi mengembangkan TBM. Sebagai diskusi penutup. Sebelum akhirnya semua pulang menuju kediamannya masing-masing.

 

Munawir Syahidi, FTBM Banten, dari TBM Saung Huma