Suatu Sore di TBM Saung Huma

Suatu Sore di TBM Saung Huma

TBM Saung Huma ingin menjadi bagian dari tri pusat pendidikan, kami mencoba mengambil bagian pendidikan masyarakat”

Selepas pulang dari kegiatan fasilitator baca tulis di Jogja 29 April-03 Mei 2019, Berangkat dari TBM Saung Huma Kp.Curugluhur Ds.Waringinjaya Kecamatan Cigeulis, perjalanan darat harus satu kali ganti kendaraan, pertama dari Cigeulis sampai Serang ditempuh dengan menggunakan mobil umum jenis Elf dengan waktu tempuh hampir empat jam. Setelah empat jam tibalah kita di Terminal Pakupatan kota Serang. Lanjut ke Jogjakarta dengan menggunakan bus hampir dua belas jam. Saya dari TBM Saung Huma harus menempuh enam belas jam perjalanan. Tapi saya bahagia karena mendapatkan ilmu dan pengalaman.

TBM Saung Huma sore itu, saya yang masih meriang karena sepertinya badan tidak kuat melaksanakan aktivitas yang padat dan melelahkan, walaupun sempat di istirahatkan dengan tidur dan bermalas malasan hampir dua puluh empat jam. Namun tetap saja meriang tetap menyerang. Baru setelah dipijat badan mulai terasa lentur.

Sesampainya di rumah, tempat TBM Saung Huma berada, niatnya mau istirahat tetapi anak-anak sudah ramai bermain di halaman TBM Saung Huma, mereka asik main ayun-ayunan dibawah pohon cengkih, ada yang sedang main bola, yang kemudian saya menawari mereka untuk membaca buku, anak-anak antusias untuk membaca. Ada yang membaca di bawah pohon cengkih ada yang di atas saung. Ada juga yang di teras rumah. Untuk usia SLTP saya arahkan mereka untuk belajar komputer.

Nikmat sekali, wangi ikan yang di goreng istri di dapur, wangi bakwan jagung yang dipersiapkan untuk berbuka, nikamat menyaksikan anak-anak yang belajar dengan cara mereka sendiri, membaca buku yang mungkin mereka belum mengerti maksudnya.

Anak-anak ini lahir dari rahim ibu Indonesia yang kebanyakan tidak mengenyam pendidikan tinggi, paling tinggi pendidikan orang tuanaya adalah SD sedikit yang SLTP. Saya selalu menganggap jika menginginkan perubahan kearah yang lebih baik maka pendidikan yang harus diperbaiki, pendidikan yang memakai tri pusat yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat, TBM Saung Huma mengambil peran sebagai pendidikan yang berbasis masyarakat.

Sore itu di TBM Saung Huma saya melihat harapan, melihat masa depan anak-anak kampung yang bisa memahami pendidikan sebagai modal untuk memberi manfaat. Saung berarti memberi teduh dan perlindungan dari panas dan hujan sedangkan huma berarti tempat menanam padi dan tumbuhan, maka mari berikan kenyamanan untuk mereka yang sedang menanam harapan masa depan yang cerah di TBM Saung Huma.

 

Munawir Syahidi Pengurus TBM Saung Huma