Supaya Tidak Ada Lagi Tragedi Guru Budi

Supaya Tidak Ada Lagi Tragedi Guru Budi

“Memang terlampau banyak permasalahan pendidikan di negara kita, akan selesai jika kita bergerak dan berbuat bersama”.

Apa gunanya mengurusi anak-anak untuk membaca dan belajar? Sementara dari senin sampai sabtu mereka penuh belajar di sekolah formal? Apa manfaatnya? Kita bukan berbuat untuk hari esok atau lusa, kita berbuat untuk tahun-tahun yang akan datang, ini adalah ikhtiar bersama dari pengaruh yang lain selain pendidikan, kita harus mencipta lingkungan pendidikan bukan hanya di sekolah tetapi keluarga dan lingkungan rumah juga harus mencipta pendidikan sebagai satu kesatuan yang utuh, sehingga tidak ada lagi tragedi guru Budi.

Keberadaan sekolah sejatinya adalah arapan besar bagi kemajuan bangsa Indonesia. Sejak negara ini merdeka pendidikan selalu menjadi perhatian semua kalangan, karena diyakini atau tidak negara ini juga merdeka dari mereka yang mengenyam pendidikan baik formal atau non formal, walaupun kita tidak juga hanya mengedepankan sekolah hanya dengan pengajaran dan mengenyampinkan pendidikan.

Kita tahu bersama jika disekolah sepertinya guru seperti kehilangan wibawa didepan siswanya, atau siswanya yang terlampau lebih terpengaruh dengan fikiran luar sehingga sama sekali tidak mencerminkan sebagaimana seorang siswa terhadap gurunya, mungkin juga karena guru kehilangan metode dalam mengajar dan sibuk dengan urusan adminstrasi, mengisi begitu banyak penilaian. Yang kadang “harus” dipalsukan.

Taman Bacaan Masyarakat yang akhir-akhir ini begitu banyak tumbuh di Indonesia diharapkan menjadi solusi untuk menciptakan lingkungan pendidikan selain di sekolah.
Di Taman Bacaan Masyarakat Saung Huma, tidak ada silabus dan kurikulum, pengunjung datang sesuai dengan kehendaknya, dengan kesadaraannya, sehingga mereka datang bukan hanya jasadnya tapi juga jiwa dan hatinya.

Mereka datang hanya sekedar mengisi daftar kehadiran, setelahnya mereka langsung membuakai buku-buku yang disediakan, atau kita bisa buat tema dari tema yang mereka inginkan sendiri. Akhir-akhir ini di TBM Saung Huma memakai tema integritas dalam setiap pertemuan dengan anak-anak. Mengapa integritas menjadi pilihan karena selain sasa memiliki tugas moral dari KPK tapi juga sebagai upaya bersama bahwa ketika kita mengajarkan anak-anak tentang integritas bukan untuk hari esok atau lusa tapi untuk tahun-tahun yang akan datang.
Di Taman Bacaan Masyarakat Saung Huma hal yang paling sederhana sekalipun pasti akan kami lakukan bahkan hanya sekedar mengadu kelereng atau membuat wayang dari daun singkong.
Mengadu kelereng atau membuat wayang dari daun singkong adalah kegiatan yang dapat sekaligus memasukan prilaku terpuji kepada anak-anak. Lewat permainan kelereng anak-anak belajar kejujuran tanggung jawab dan sportivitas, sedangkan dengan membuat wayang dari daun singkong anak-anak belajar kesederhanaan dan kreatifitas dan kelembutan berfikir.

Kelembutan berfikir itulah yang terpenting dalam pendidikan dimana kesadaran generasi bangsa diarahkan pada satu tanggung jawab bahwa segala sesuatu tidak melulu harus diselesaikan dengan kekerasan.

Kekerasan yang dilihat seseorang secara tidak langsung akan masuk kedalam sanubarinya, dan dia tidak berpengaruh untuk hari esok atau lusa tapi untuk tahun-tahun yang akan datang ketika dia menghadapi masalah.
Menghadapi siswa di dalam kelas sebenarnya tidak bisa disamakan, karena siswa punya kecenderungan sendiri dengan penanganan yang berbeda. Seperti kecerdasan seorang siswa yang juga tidak dapat disamakan. Tetapi pembelajaran di negeri ini belum menekankan pada kesadaran tetapi masih pada tuntutan yang tidak dibarengi dengan pendekatan.
Pendekatan kepada siswa adalah tugas seorang guru, kegagalan seorang guru menurut saya adalah ketika dia tidak bisa masuk pada dunia siswanya, maka selayaknya jika seorang guru juga harus memahami bagaimana penangannan terhhadap seorang siswa.
Selain itu mari kita ciptakan lingkungan pendidikan selain di sekolah atau madrasah melalui kegiatan positif di Taman Bacaan Masyarakat.

Semoga tragedi guru Budi tidak terulang kembali, dengan kerjasama semua lapisan kepentingan. Memang terlampau banyak permasalahan pendidikan di negara kita, akan selesai jika kita bergerak dan berbuat bersama.

 

Munawir Syahidi, Ketua TBM Saung Huma