TBM Saung Huma, Ilmu dan Hardiknas

TBM Saung Huma, Ilmu dan Hardiknas

Pendidikan nasional itu adalah terselenggaranya tripusat pendidikan, pendidikan disekolah,keluarga, dan masyarakat, yang dapat merangkul semua kalangan masyarakat.

Tahu bagaimana rasanya ketika harapan dapat diwujudkan?. Rasanya tentu akan membahagiakan. Alhamdulillah pengelola TBM Saung Huma, Munawir Syahidi diberikan kepercayaan oleh Kantor Bahasa Banten untuk menambah ilmu dan pengalaman menimba pengetahuan literasi baca tulis pada acara bimtek fasilitator literasi baca tulis di Grand Inna Malioboro Jogjakarta pada tanggal 28-03 Mei 2019. Kegiatan bimtek yang mempertemukan penggiat literasi regional Jawa ini dapat bertemu dan mempersiapkan diri menjadi fasilitator literasi.

Berangkat dari TBM Saung Huma pukul 08.30 WIB menuju kota Serang sampai pukul 12.10 WIB dilanjutkan perjalanan menggunakan bus pukul 13.00 sampai di Jogja pukul 05.00 WIB. Perjalanan yang panjang dan melelahkan, tapi telah terbayar dengan ilmu dan pengalaman.

Dari mulai acara pembukaan, acara yang digelar kementerian pendidikan itu terasa padat dan bermanfaat, dan materi-materi yang disampaikan selalu diakhiri dengan tes, sebagai tolak ukur keberhasilan materi yang disampaikan.

Peserta yang dibagi menjadi dua kelas dengan klasifikasi guru berada di kelas A dan penggiat literasi berada di kelas B.

TBM Saung Huma akhirnya dapat menimba berbagai pengalaman dan ilmu dari pemateri dan leserta yang semoga pengalaman dan ilmu itu dapat diamalkan untuk mengembangkan literasi di TBM Saung Huma khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

Jogja dengan segenap keramaiannya, kondisi sosial masyarakatnya, tata kelola kotanya, kreativitas pengisi hiburan jalanannya telah mengajarkan betapa pembangunan dan peradaban harus dilaksanakan bersama-sama.

Apakah segala aktivitas para pedagang di sepanjang Malioboro adalah hasil dari pendidikan itu sendiri? masyarakat yang dibentuk dari sebuah kebiasaan masyarakat yang dekat dengan pusat keraton.

Pendidikan nasional, seperti yang dikatakan oleh Ki Hajar Dewantara memamang memiliki tri pusat, pendidikan di sekolah, keluarga dan masyarakat.

Maka memaknai hari pndidikan nasional ini haruslah juga memaknai semua aspek yang ada dalam tripusat pendidikan itu sendiri.

Harapannya TBM Saung Huma dapat menjadi bagian dari tripusat itu sendiri. Pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang digabungkan dalam satu metode pemberdayaan masyarakat.

Pendidikan nasional adalah sistem yang dibangun satu kesatuan selain dari tripusat itu sendiri, pemerintah juga memiliki peranan yang sangat besar dalam memajukan pendidikan. Anggaran yang porsinya cukup besar untuk pendidikan yang diambil dari APBN yang bersumber dari pajak itu harus benar-benar dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, termasuk oleh masyarakat.

Mari maknai pendidikan sebagai satu keseluruhan yang tidak dapat dipisahkan. Selamat hari pendidikan nasional 2019.

*Munawir Syahidi- Yayasan Cahaya Aksara