oleh

Teknologi Tepat Guna Mesin Glundung

Nama : Imam Fauji 

Nim    : 2284190006

 

MESIN PENGOLAH (GLUNDUNG) BATU URAT MENJADI EMAS UNTUK KEBUTUHAN HIDUP MASYARAKAT KAMPUNG

Kalo kita definisikan sekilas, glundung artinya menggelundung, atau memutar. Sedangkan menurut Kamus Banten Indonesia sendiri glundung yaitu menggelinding; terguling.

Tidak ada yang mengetahui sejarah ataupun datangnya teknologi glundung ini kapan dan siapa ide di balik teknologi glundung untuk pengolahan batu urat yang akan di proses melalui tahapan-tahapan dan selanjutnya akan menjadi emas, yang jelas pada sekitar tahun 2000an khususnya di kampung sekitaran kec. Cimanggu, banyak yang memanfaatkan glundung ini untuk kebutuhan hidupnya, dulu sebelum ada pertambangan masyarakat yang memang berpenghuni di sekitaran cimanggu, hampir semua mata pencahariannya yaitu mencari batu urat emas yang tempatnya di lobang atau bawah tanah.

Yang memang bawah tanah di sekitaran cimanggu itu perlu di ketahui bawah tanahnya itu subur akan kekayaan batu urat emas, khususnya di cikoneng yang hari ini diolah oleh pertambangan yang di namakan PT. CSD.

Dahulu tahun sekitar 2000an sebelum mengenal teknologi glundung yang sekarang menggunakan dynamo untuk mesin putarnya, dulu glundung ini masih menggunakan teknologi tradisional dan seadanya yaitu menggunakan kincir air, yang memanfaatkan air curug untuk proses bantu pemutaran.

 

Adapun komponen/bahan pelengkap dari glundung yaitu :

Glundung
Glundung adalah alat yang berbentuk tabung yang terbuat dari baja. Ini komponen atau bagian utama dalam teknologi ini, karena glundung, dan kebetulan nama teknologi ini juga glundung.

Pelor
Pelor adalah bola besi atau as yang dimasukan kedalam glundung yang fungsinya untuk menghancurkan batu.

 

Dinamo
Teknologi yang berfungsi untuk menggerakan glundung. Dahulu, sebelum menggunakan mesin dinamo, untuk proses pemutaran masih dengan alat tradisional, yaitu dengan menggunakan kincir air.

Batu urat (batu yang mengandung emas)
Batuan yang mengandung emas adalah batuan hasil galian masyarakat yang masuk ke dalam lubang.

Mercuri
Mercuri, yang di masyarakat kampung cimanggu di kenal dengan nama kuik. Mercuri ini berfungsi untuk menangkap atau mengikat emas.

Air 
Air berfungsi sebagai pelarut.
Tumbukan
Sedangkan untuk tumbukan nya, di kampung cimanggu khususnya masih menggunakan palu dan alasnya batu, di tumpuk hingga batu urat halus.

 

Proses dan Cara Kerja
Batu-batu yang memang di peroleh dari hasil galian atau orang-orang di Cimanggu memanggilnya ‘Gacong’ setelah di tumbuk dan halus, maka proses selanjutnya yang harus di lakukan adalah memasukan, batuan yang halus ke dalam glundung, dengan takaran yang sudah di atur, biasanya masyarakat cimanggu, memasukan batu uratan itu perglundung 3 Full piring makan kaleng, atau disesuaikan dengan ukuran diameter glundung. Setelah, batu halus dimasukan glundung maka selanjutnya, di masukan pelor, serta air mercuri (Kuik) secukupnya untuk menangkap molekul-molekul emas, di tambah air untuk membantu proses pelarutan batu, tapi biasanya masyarakat cimanggu menambah bahan dengan memasukan daun nangka walana kedalam glundung, atau bisa juga dengan menggunakan daun merdeka (Nampong). Setelah semua bahan dimasukan kedalam glundung, maka glundung di tutup, dan selanjutnya glundung di aktifkan dan di putarkan melalui dinamo kalo pada saat ini, selama kurang lebih satu hari satu malam. Maka nanti setelah proses ini selesai biasanya masih tersisa batuan- batuan kecil, dan air perak dan kandungan emas turun kebawah dan bercampur dengan kuik. Dan hasil ini di saring dengan menggunakan kain tipis biasanya bekas payung, atau kain yang memang benar-benar tipis. Biasanya proses penyaringan dilakukan 2-3 kali penyaringan. Setelah itu di dapatlah hasil daripada proses glundung ini, dan hasil kualitas ini di tentukan oleh batuan urat biasanya, jika batuan berkualitas, maka hasil juga akan berkualitas. Selanjutnya yang terakhir, setelah mendapatkan hasil biasanya sebelum di jual ke toko, atau ke pembeli biasanya di lakukan penggebosan dan setelah itu di jual. 

 

Kekurangan dan Kelebihan
Untuk kekurangan glundung ini karena sekarang jarang yang memang menggunakan kincir air, masyarakat lebih memilih menggunakan mesin dinamo dan kita ketahui mesin dinamo bergantung pada listrik, maka yang jadi kekurangan, pada saat terjadi pemadaman listrik, glundung ini tidak berproduksi.
Sedangkan kelebihannya, hal ini bisa di lakukan di rumah, dan yang paling penting kerjaan ini juga bisa di jadikan kerjaan sampingan, karena tidak melulu harus di tungguin, glundung ini bisa di tinggalkan dan tetep bisa berproduksi.

Terima kasih semoga tulisan saya ini bermanfaat untuk sedikit pengetahuan mengenai teknologi tepat guna glundung untuk menghasilkan emas.

 

News Feed