oleh

Talkshow Literasi Bersama Para Pegiat Literasi di Cahaya Aksara

Pada Minggu, 15/05/2022 TBM Cahaya Aksara dan Duta Baca Indonesia menyelenggarakan Talkshow Literasi bersama Firman Hadiansyah (ASN Inspiratif), Epi Saepudin dari Perpusda Banten, dan Hendri dari Perpustakaan Pandeglang dalam rangka merayakan Hari Perpustakaan Nasional RI dengan tema “Darurat Buku di Indonesia.”

Sekitar pukul 09.00 WIB acara dibuka oleh Master of Ceremony yaitu Mang Asep Rohendi dan Bi Dewi Puspita Sari yang kemudian mempersilahkan kepada moderator yaitu Mang Munawir Syahidi (CEO Cahaya Aksara) untuk memimpin Talkshow.

Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia yang menjadi salah satu pembicara dari kegiatan Talkshow ini terpantik oleh pertanyaan-pertanyaan moderator yang salah satu pertanyaannya menanyakan tentang kenapa buku di Indonesia menjadi darurat, “Saya dapat amanah dari perpustakaan Nasional RI untuk bagaimana buku dapat diterbitkan sebanyak-banyaknya dan dibaca oleh banyak orang, kenapa? Karena satu buku itu ditunggu oleh 90 orang.“

Talkshow dilanjutkan oleh pembicara yang lain dengan dipantik oleh moderator. Semua pembicara berbicara tentang Literasi dari sudut pandang dan pengalaman mereka masing-masing. Firman Venayaksa dengan Motor Literasi, Gol A Gong dengan Rumah Dunia, Epi Saepudin dengan Perpusda Banten dan Pak Hendri dengan Perpustakaan Pandeglang.

Memasuki sesi tanya jawab, beberapa peserta acara Talkshow bertanya kepada para pembicara perihal literasi. Peserta yang bertanya diberi buku oleh Duta Baca Indonesia sebagai apresiasi kepada peserta yang berani untuk bertanya.

Setelah pembicaraan selesai, moderator menyerahkan acara kepada Master of Ceremony untuk mengambil alih acara, masuk ke acara penyerahan motor Perpustakaan Keliling (pemberian Presiden RI Jokowi) dari Motor Literasi (dipinjamkan) kepada Cahaya Aksara.

Master of Ceremony mempersilahkan Firman Hadiansyah selaku Imam Besar Motor Literasi untuk menyerahkan kunci motor sebagai simbolik penyerahan motor perpustakaan keliling kepada Cahaya Aksara untuk digunakan sebaik-baiknya.

 

Reporter: Muhamad Hafidudin (Relawan Cahaya Aksara).