Digitalisasi dan Eksibisi Lagu-Lagu Pertanian di Banten Kidul melalui Nyanyian Tubuh-Tubuh Nyi Pohaci

EXPLORE0 views

Lagu-lagu pertanian yang selama ini hidup di tengah masyarakat Banten Kidul merupakan bagian penting dari pengetahuan lokal yang diwariskan secara lisan antargenerasi. Nyanyian tersebut tidak hanya mengiringi aktivitas bertani, tetapi juga merekam pandangan hidup masyarakat terhadap alam, musim, padi, serta hubungan manusia dengan lingkungan. Namun, perubahan sosial dan berkurangnya jumlah para penutur menyebabkan banyak repertoar lagu pertanian kini berada dalam kondisi rentan untuk diwariskan.

Sebagai upaya pelindungan sastra daerah sekaligus pengembangan warisan budaya takbenda, Ekosistem Boeatan Tjibalioeng didukung oleh Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Kemendikdasmen menyelenggarakan program Digitalisasi dan Eksibisi Lagu-Lagu Pertanian di Banten Kidul: Nyanyian Tubuh-Tubuh Nyi Pohaci. Program ini berfokus pada pendokumentasian, digitalisasi, serta penyajian kembali nyanyian-nyanyian pertanian dalam bentuk eksibisi yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

Proses digitalisasi dilakukan melalui pendokumentasian audio, video, transkripsi lirik, penerjemahan, serta pencatatan konteks budaya. Pendekatan ini bertujuan menjaga keutuhan informasi sehingga nyanyian tidak dipahami sebagai karya musikal semata, melainkan sebagai sumber pengetahuan mengenai sistem pertanian tradisional, relasi ekologis, nilai spiritual, dan kehidupan sosial masyarakat Banten Kidul. Digitalisasi menjadi langkah strategis untuk memperluas akses sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya di era teknologi.

 

Eksibisi Nyanyian Tubuh-Tubuh Nyi Pohaci menghadirkan arsip digital, rekaman audiovisual, foto etnografi, teks lirik, serta narasi kuratorial yang memperlihatkan bagaimana tubuh manusia, tubuh padi, dan tubuh alam dipahami sebagai satu kesatuan dalam kosmologi masyarakat agraris Sunda. Nama “Nyi Pohaci” dipilih sebagai representasi simbolik atas sumber kehidupan yang selama berabad-abad menjadi bagian dari tradisi pertanian Nusantara.

“Melalui program ini diharapkan lagu-lagu pertanian Banten Kidul termasuk Cibaliung, tidak hanya tersimpan sebagai arsip, tetapi kembali hadir sebagai ruang belajar, penelitian, dan inspirasi bagi generasi muda, seniman, akademisi, serta masyarakat. Digitalisasi menjadi jembatan yang menghubungkan ingatan kolektif masa lalu dengan kebutuhan pelestarian budaya pada masa kini dan masa mendatang.”

 

Rizal Mahfud