KKN UNMA Banten Desa Sukasari Gelar Cek Kesehata Gratis

KESEHATAN1 views

PANDEGLANG – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan kehidupan yang berkualitas. Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, UPT Puskesmas Pulosari berkolaborasi dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 06 Desa Sukasari Universitas Mathla’ul Anwar Banten menyelenggarakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis dan Edukasi Pembuatan Jamu Herbal Pencegah Hipertensi pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di MDTA Kadu Turus, Desa Sukasari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang.

 

Mengusung tema “Langkah Sehat Cegah Hipertensi: Periksa, Pahami, dan Nikmati Jamu Herbal,” kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini hipertensi serta mendorong penerapan pola hidup sehat melalui edukasi kesehatan dan pemanfaatan tanaman herbal sebagai pendukung dalam menjaga kesehatan.

 

Sebanyak 200 peserta yang terdiri atas masyarakat Desa Sukasari mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Selain itu, 24 mahasiswa KKN Kelompok 06 Desa Sukasari Universitas Mathla’ul Anwar Banten turut berkolaborasi bersama UPT Puskesmas Pulosari dalam mendukung seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi peserta, pendampingan pemeriksaan kesehatan, demonstrasi pembuatan jamu herbal, hingga dokumentasi kegiatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan cek kesehatan gratis yang dilaksanakan oleh Tim Cek Kesehatan Gratis (CKG) UPT Puskesmas Pulosari. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, serta konsultasi kesehatan secara langsung dengan tenaga kesehatan. Layanan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sehingga dapat melakukan langkah pencegahan maupun penanganan secara tepat.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan. Peserta mengikuti setiap tahapan pemeriksaan dengan tertib dan memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai berbagai keluhan kesehatan yang dialami. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah awal dalam mencegah penyakit tidak menular.

 

Memasuki sesi edukasi, Deden Taupik, S.Kep., Ners, selaku tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Pulosari, menyampaikan materi mengenai hipertensi yang dikenal sebagai silent killer karena sering kali berkembang tanpa gejala, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga kematian apabila tidak dikendalikan sejak dini.

 

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pencegahan hipertensi harus dimulai dengan perubahan pola hidup yang lebih sehat, di antaranya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi asupan garam, gula, dan lemak, memperbanyak konsumsi buah serta sayuran, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, menghindari kebiasaan merokok, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.

 

> “Hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak masyarakat yang baru mengetahui kondisinya setelah muncul komplikasi. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah penting untuk mendeteksi risiko sejak dini. Menjaga pola hidup sehat jauh lebih baik daripada mengobati ketika penyakit sudah berkembang,” ujar Deden Taupik, S.Kep., Ners.

Setelah penyampaian materi kesehatan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan jamu herbal pencegah hipertensi yang dipandu oleh mahasiswa KKN Kelompok 06 Desa Sukasari Universitas Mathla’ul Anwar Banten. Pada sesi ini, mahasiswa memperagakan secara langsung proses pembuatan jamu herbal menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, seperti jahe, kunyit, serai, kayu manis, dan rempah-rempah lainnya yang memiliki potensi sebagai pendukung dalam menjaga kesehatan.

Selain memperlihatkan proses pembuatannya, mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai manfaat masing-masing bahan herbal, cara pengolahan yang benar, hingga teknik penyajian agar kandungan alami tetap terjaga. Edukasi tersebut bertujuan mengajak masyarakat memanfaatkan tanaman obat keluarga sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus melestarikan pemanfaatan tanaman herbal sebagai warisan pengobatan tradisional Indonesia.

“Melalui demonstrasi ini, kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa tanaman herbal yang mudah ditemukan di sekitar rumah dapat dimanfaatkan sebagai minuman sehat. Namun, jamu herbal bukan pengganti obat medis, melainkan pelengkap pola hidup sehat yang tetap harus diimbangi dengan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan,” ujar salah seorang mahasiswa KKN Kelompok 06 Desa Sukasari Universitas Mathla’ul Anwar Banten.

Suasana kegiatan berlangsung hangat, komunikatif, dan interaktif. Para peserta tampak aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penyebab hipertensi, pola makan yang dianjurkan, manfaat tanaman herbal, hingga cara mengolah jamu yang baik dan benar. Diskusi yang berlangsung mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

 

Tokoh masyarakat Desa Sukasari mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara UPT Puskesmas Pulosari dan KKN Kelompok 06 Desa Sukasari Universitas Mathla’ul Anwar Banten menghadirkan program yang sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis, tetapi juga meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan hipertensi melalui pola hidup sehat dan pemanfaatan tanaman herbal.

 

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pendamping kegiatan, tetapi juga menjadi agen edukasi yang berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui penyampaian informasi yang mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, menerapkan pola hidup sehat, serta memanfaatkan tanaman herbal secara bijaksana sebagai upaya pendukung dalam mencegah hipertensi. Kesadaran tersebut diharapkan mampu menekan risiko penyakit tidak menular sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

 

Kolaborasi antara UPT Puskesmas Pulosari dan KKN Kelompok 06 Desa Sukasari Universitas Mathla’ul Anwar Banten menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara tenaga kesehatan, perguruan tinggi, dan masyarakat mampu menghadirkan program yang edukatif, inovatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan masyarakat Desa Sukasari yang sehat, mandiri, produktif, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan.