Menjadi PANWASCAM di TBM Saung Huma

Menjadi PANWASCAM di TBM Saung Huma

Penambah Wawasan dan Kecakapan Masyarakat (PANWASCAM)

Hari-hari  ini status media sosial baik WhatsApp , Instagram dan Facebook dipenuhi dengan status mengenai seleksi Panitia Pengawas pemilu tingkat Kecamatan atau Panwascam. Apalagi adanya ketetapan yang dikeluarkan oleh Bawaslu Kabupaten Pandeglang mengenai siapa saja yang menjadi Komisioner panwascam di masing masing kecamatan. Status biasanya ramai oleh yang tidak terpilih, he he he. Penulis juga salah satunya. Terlepas daripada itu semua melalui tulisan ini saya hendak menyampaikan keterkaitan antara pengaruh SDM (Sumber Daya Manusia) dengan kualitas demokrasi sebuah daerah.

Begini, hakikatnya pemilihan kepala daerah adalah sebagai sebuah upaya untuk mewujudkan tujuan tujuan berdirinya republik ini, Salah satunya adalah kesejahteraan, dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakatnya. Maka untuk mewujudkan itu semua, salahsatunya mewujudkan keadilan adalah dengan dipilihnya kepala daerah melalui pemilihan umum. Dalam rangka melaksanakan pemilihan kepala daerah tersebut dibuatlah penyelenggara pemilu, mulai dari KPU, Bawaslu Dan DKPP, yang tingkatannya telah diatur dalam undang-undang.

Sudahlah, anda tidak lolos seleksi kan? oh, Anda lolos, bagi yang tidak lolos anggap saja anda belum beruntung, adapun yang terpilih mulailah dengan basmallah.  Anggap saja kemarin itu adalah kompetisi yang harus ada terpilih dan harus ada yang tersisih. Hehe biasa aja kan? Biasanya juga ditolak cinta, hayo sakitan mana coba?.

Membangun daerah sebenarnya bukan hanya tugas kepala daerah, tetapi adalah tugas kita semua. Pun dalam pesta demokrasi tidak semua harus jadi penyelenggara. Sejatinya banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai upaya untuk mensukseskan pemilu kepala daerah. Salah satunya yaitu menjadi panwascam (Panitia Penambah Wawasan dan Kecakapan Masyarakat) he he he. Bukan akronim yang buruk kan?

Misalnya kegiatan yang sering dilaksanakan Di TBM Saung Huma, Kampung Curugluhur Waringinjaya Kecamatan Cigeulis. Taman Bacaan Masyarakat yang merupakan bagian dari pendidikan non formal, saking non formalnya TBM Saung Huma bahkan belum punya ijin pendirian dan ijin operasional. Harusnya sih di urus, lumayan, siapa tahu dapat bantuan dari pemerintah seperti penyelenggara pemilu. Hussst.

Kegiatan di TBM Saung Huma dilaksanakan alakadarnya sesuai dengan kemampuan finansial, kegiatan yang tahunan, mingguan dan harian. Biasanya kegiatan tahunan diprogram sedemikian rupa lebih pada event seperti NgoRead, Ngayuman dan Assaum, kegiatan mingguan kegiatan yang juga diprogram dengan berbasis keahlian Ngaseuk, berisi seperti kegiatan pelatihan jurnalistik. Sementara kegiatan harian adalah kegiatan yang insidental, anak-anak atau masyarakat yang datang untuk mampir membaca buku di TBM Saung Huma.

Masyarakat Dalam Kegiatan Literasi Tahunan

Hubungannya apa kegiatan TBM dengan demokrasi? menurut Ki Hajar Dewantara ada yang disebut dengan tripusat pendidikan, yaitu pendidikan keluarga, sekolah dan pendidikan dimasyarakat.

Nah maka Di TBM yang merupakan tempat pendidikan masyarakat berbasis pendekatan literasi maka menurut forum ekonomi dunia, negara berkembang harus menguasai enam literasi dasar, yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi digital, literasi sains, literasi finansial terakhir literasi budaya dan kewargaan.

Anak-anak sedang membaca buku bersama seorang ibu di TBM Saung Huma

Dengan tumbuhnya budaya baca dan literasai yang lain maka sumber daya manusia akan menjadikan kulitas demokrasi suatu daerah akan semakin berkualitas. Setidaknya kegiatan literasi akan meningkatkan SDM unggul unggul dapat meningkatkan kesejahteraan. Dengan demikian maka ketika kesejahteraan dan masyarakat telah menjadi masyarakat yang literat (sesungguhnya) maka politik uang tidak akan lagi berlaku.

Karena masyarakat atau orang literat bukan hanya yang bisa membaca dan menulis, bukan yang bergelar sarjana, masyarakat literat atau orang literat adalah yang dalam tindakannya sesuai dengan landasan hukum, baik hukum agama, hukum sosial dan hukum negara. Sehingga masyarakat literat akan mampu membuat tatanan masyarakat yang madani.

Maka ayo menjadi Panwascam Penambah Wawasan dan Kecakapan Masyarakat di TBM Saung Huma, sebenarnya jika ingin berpartisipasi dalam membangun demokrasi sebenarnya banyak yang bisa dilakukan, tidak melulu jadi penyelenggara, sayangnya memang tidak ada bayarannya. Heheh, yang ada ngekuarin duit.

Munawir Syahidi, Pengelola TBM Saung Huma

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses